13 December 20210 Komentar | Dilihat : 63 kali
Ditulis oleh admin
PERAN NYATA PEREMPUAN DESA SUGIHARJO DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN

Keberadaan kegiatan CFW 2021 merupakan pemberian dana stimulan yang bertujuan untuk penanganan dampak Covid-19 bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang ekonomi masyarakat (turunnya pendapatan masyarakat serta daya beli yang kurang). Dimana tujuan dari pelaksanaan dana BPM CFW 2021 ini bertujuan untuk: a) Memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang mengalami Putus Hubungan Kerja (PHK) dan masyarakat yang mengalami penurunan/kehilangan pendapatan; b) Memulihkan perekonomian masyarakat untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi paska covid-19, khususnya di perkotaan; c) Membantu Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan daya beli masyarakat terdampak Covid-19; dan e) terpeliharanya aset infrastruktur melalui pemeliharaan dan perbaikan yang dibangun program KOTAKU maupun Program IBM lain melalui swakelola masyarakat (BKM/LKM).

Pelaksanaan kegiatan CFW 2021 melalui Program KOTAKU di Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban adalah menyasar dan mengusung misi peningkatan derajat peningkatan ekonomi warga masyarakat lokasi sasaran yang terdampak pandemi Covid19. Adapun jenis kegiatan yang dilakukan adalah berupa kegiatan rehabilitasi pada infrastruktur di desa/ kelurahan dengan mengutamakan pelaksanaan kegiatan yang menggunakan sistem padat karya terpadu.

Adanya pandemi Covid-19 merupakan hantaman yang sangat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan akibat yang muncul akibat covid-19 sangat berdampak dengan tingkat pendapatan dan daya beli masyarakat. Mengantisipasi hal itu, maka pemerintah melalui Kementrian PUPR menyalurkan BPM (Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat) berupa stimulus dana CFW 2021 melalui pola Padat Karya Terpadu. Melalui kegiatan CFW ini peran serta perempuan menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Hal ini sebagai manifestasi bahwa dampak pandemi juga sangat dirasakan oleh ibu-ibu rumah tangga dan pekerja perempuan yang mengalami penurunan pendapatan.